MSV Pictures Logo
back to news

Definisi Screenplay

Screenplay adalah sebuah naskah yang berisi kata-kata, tingkah laku, instruksi, maupun arahan bagaimana adegan-adegan dilaksanakan atau difilmkan.  Definisi tersebut terdapat dalam buku Aryanto Yuniawan yang berjudul From Script to Scratch tentang cara pembuatan screenplay.  Sutradara film animasi layar lebar pertama Indonesia yaitu Battle of Surabaya tersebut membeberkan pengalamannya dalam membuat screenplay yang berujung penghargaan di berbagai negara.  Di bawah ini adalah sekelumit penjelasan tentang definisi screenplay.

 

Berdasarkan asal katanya, screenplay /ˈskriːnpleɪ/ merupakan istilah bahasa Inggris yang berasal dari dua kata yaitu screen dan play.  Dalam bahasa Indonesia, screenplay kadang diterjemahkan sebagai skrip, adegan layar, skenario, dan naskah film.  Meski demikian, beberapa istilah tersebut kadang tidak memenuhi makna utuhnya.  Istilah skrip berlaku umum, yaitu berarti naskah dan bisa digunakan dalam beberapa bidang selain dunia film.  Istilah adegan layar berlaku untuk pemandangan atau pergerakan sang aktor.  Terasa belum mewakili definisi untuk keseluruhan isi screenplay yang tidak melulu berisi adegan.  Untuk istilah skenario (seperti halnya istilah screenplay) ia juga berasal dari bahasa Inggris dan sebenarnya mempunyai arti yang lebih sempit daripada screenplay. 

 

Kekurangpahaman para pemakai bahasa (termasuk orang film sendiri) membuat istilah skenario sebagai istilah yang bisa berarti A dan kadang berarti B.  Skenario kadang diartikan sebagai sebuah naskah film secara keseluruhan.  Sementara itu, pemakai bahasa Indonesia yang lain mengartikannya sebagai garis besar (outline) atau jalan cerita/alur (plot) atau struktur film dan ini lebih sering terjadi.  Pengertian skenario sejatinya lebih luas dari outline, plot, dan struktur film namun lebih sempit dari screenplay.  Istilah “naskah film” dalam bahasa Indonesia terasa sederhana namun sebenarnya justru paling mewakili arti dan makna kata screenplay.  Sebuah naskah film tentu berisi segala hal yang ada pada definisi screenplay.

 

 

Ditilik dari sifatnya, screenplay bersifat tidak kaku.  Setiap naskah film akan berisi kata-kata atau kalimat-kalimat yang harus diucapkan oleh tokoh cerita, emosi yang harus ditunjukkan tokoh cerita, gerakan, penggambaran tokoh, ataupun situasi latar adegan.  Screenplay tidak kaku karena pada saat proses produksi bisa sedikit diubah atau diinterpretasikan oleh aktor dalam film live action dan artis dalam film animasi.  Pada titik itulah screenplay kadang disalahartikan sebagai “garis besar” film.  Ia sebenarnya bukanlah garis besar (outline) karena naskahnya cukup detil.  Hanya karena singkat padat tidak berarti ia merupakan garis besar.  Istilah yang lebih tepat adalah tidak kaku karena adegan atau kata-kata yang diluncurkan aktor dalam film live action kadang tidak sama persis dengan naskah.  Dalam film animasi, realisasi kata-kata yang digunakan lebih disiplin.  Karakter para tokoh yang diinginkan penulis juga tertuang dalam naskah screenplay dengan cara tertentu.  Ada batasan yang ditentukan oleh penulis misalnya ia harus berwajah Jerman, tinggi besar untuk ukuran orang Indonesia dengan gambaran saat ia melewati pintu kepalanya harus menunduk agar tidak terbentur, dan lain sebagainya.  Selebihnya, sang sutradara atau animator bisa mengembangkannya sesuai kelogisan cerita.



Recent News